Saya bekerja di...

Lanjutkan

Konten sedang disesuaikan
berdasarkantipebisnis Anda

Entah sebagai penyemangat menyegarkan di pagi hari, menjadi pengiring setelah makan, atau jadi kebiasaan suguhan dalam pertemuan bisnis, minuman panas sudah lama menjadi tradisi dalam budaya Indonesia. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, pasar minuman baru-baru ini memperlihatkan lonjakan minat terhadap teh sebagai pengganti kopi, terutama karena tumbuhnya kesadaran untuk hidup yang lebih sehat.


Kopi memang memberikan dorongan dari kafein yang banyak diinginkan. Namun penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi secara berlebihan dapat meningkatkan kolesterol dan tekanan darah tinggi. Belum lagi fakta bahwa kopi yang dicampur krim dan gula agar rasa pahitnya berkurang, dapat menambah jumlah kalori dan biaya. Di sisi lain, teh dipandang sebagai alternatif yang lebih sehat dan terjangkau karena kaya akan antioksidan, menurunkan risiko penyakit jantung, dan meningkatkan kesehatan otak Anda. Rasanya juga lebih enak! Anda bisa mulai dengan menyeduh teh hitam Sir Thomas Lipton English Breakfast.


Meskipun kopi tetap populer di Indonesia, teh mulai mendapat perhatian yang sama seperti kopi di dalam menu. Kafe tidak hanya mulai menawarkan lebih banyak varian teh, mereka juga mulai membuat menu khusus dengan teh seperti minuman mix Passion Jasmine Berry.


Para ahli meramalkan tingkat pertumbuhan konsumsi teh mencapai 2% tiap tahunnya sampai 2020 dan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan yang sehat ini didukung oleh laporan dari United Nations Food and Agriculture Organization yang menunjukkan minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia, setelah air adalah teh.

Untuk mendapatkan informasi dan hal menarik seputar teh lainnya, sign up dan berlangganan newsletter Unilever Food Solutions Indonesia.