Kebiasaan minum teh pun merupakan milik semua golongan, tanpa ada batasan kelas sosial, ataupun milik budaya daerah tertentu. Tidak seperti budaya Jepang yang memiliki ritual tertentu dalam minum teh. Di sini semua orang melakukannya tanpa ada aturan yang sama.  Ibaratnya minum teh merupakan minuman pokok orang Indonesia sesuai dengan keinginan mereka bagaimana menyajikannya, baik itu dalam cangkir, gelas tanah liat, dingin, hangat, manis, ataupun tawar.

Kebiasaan minum teh di Indonesia pun tidak mengenal waktu khusus, walaupun kebanyakan dari kita mengkonsumsinya pada pagi hari, tetapi sebenarnya dapat dinikmati kapan saja, apalagi kalau diminum disaat cuaca panas pilihan es teh manis menjadi minuman yang menyegarkan jika ditambah dengan es batu.

Kita pun mengenal beberapa jenis teh yang ada di pasaran. Jenis-jenis teh ini memiliki perbedaan di dalam proses pembuatannya. Seperti black tea atau teh hitam yang mudah sekali dikenali karena warnanya yang hitam dan banyak terdapat di pasaran. Dalam prosesnya teh ini mengalami fermentasi yang kemudian dikeringkan dan dihancurkan. Lalu ada oolong tea, teh jenis ini prosesnya hampir mirip dengan teh hitam yaitu sama-sama difermentasi, hanya saja waktu fermentasinya lebih sebentar. Kemudian green tea atau teh hijau, di mana teh ini tidak mengalami proses fermentasi, dari daun aslinya langsung dipanaskan atau diuap. Dan white tea atau teh putih, merupakan jenis teh terbaik karena hanya mengambil pucuknya saja yang dibiarkan layu secara alami. Umumnya setiap teh memberikan maanfaat bagi tubuh kita.

Kendati demikian, daerah-daerah di Indonesia memiliki kebiasaan yang berbeda dalam mengkonsumsi jenis teh. Dari berbagai jenis teh yang ada, orang Indonesia paling banyak mengkonsumsi jenis teh hitam, terutama teh hitam murni seperti teh SariWangi. Kemudian diikuti oleh jenis lainnya seperti teh melati dan teh aroma vanila.

Mengapa teh dapat disebut sebagai minuman pokoknya orang Indonesia? Karena semua daerah di Indonesia memiliki kebiasaan minum teh apapun makanannya. Ibaratnya seperti air putih yang dapat diminum kapan saja, di mana saja, dan dengan makanan apa saja. Meskipun cara penyajiannya berbeda, sesuai dengan selera masing-masing individu baik teh hangat dan es teh, tetapi teh merupakan teman yang setia untuk menemani waktu santap kita.

Karena tradisi kita untuk meminum teh ketika makan yang disajikan, maka tidak heran pula jika teh akrab disajikan di setiap rumah makan maupun restoran, baik yang  secara penyajiannya tradisional seperti teh tubruk maupun penyajian modern yang tinggal celup. Inilah kebiasaan yang sudah menjadi budaya orang Indonesia, ada teh di antara berbagai jenis makanan di berbagai restoran atau rumah makan.

Sebagai salah satu merek teh ternama di Indonesia, SariWangi mengerti akan kebutuhan masyarakat Indonesia. SariWangi disamping mengeluarkan produk teh celup reguler untuk pemakaian sehari-hari, SariWangi pun memiliki produk teh celup jumbo yang cocok digunakan untuk penyajian banyak seperti di restoran ataupun rumah makan. Hanya dengan satu kantong jumbo SariWangi, praktis digunakan untuk menghasilkan 30 gelas teh dalam sekali seduh. Memberikan kemudahan tersendiri, ringkas, tidak berantakan, tanpa ampas dan tanpa perlu disaring. SariWangi sebagai teh no.1 di Indonesia, tidak hanya tetap mempertahankan kualitas teh dan rasa, tetapi juga mengerti akan kebutuhan pasar yang ada.