11 Makanan Khas Solo yang Cocok Dijadikan Peluang Usaha Kuliner Kekinian
Kota Solo dikenal sebagai salah satu pusat kuliner Jawa dengan cita rasa manis-gurih yang familier, dan mudah diterima berbagai segmen pelanggan. Keunggulan ini menjadikan makanan khas Solo sangat potensial untuk dijadikan konsep usaha F&B modern.
Untuk fleksibilitas, masakan khas Solo juga mudah disesuaikan tanpa menghilangkan karakter khasnya, agar dapat diterima semua kalangan, termasuk generasi muda. Dengan kombinasi rasa yang bersahabat dan peluang komersial yang luas, cita rasa Solo menawarkan fondasi kuat bagi pelaku bisnis yang ingin mengangkat kuliner Nusantara secara modern dan menguntungkan.
Apa Saja Makanan Khas Solo yang Potensial Jadi Ide Jualan?
Berikut deretan makanan khas Solo yang memiliki potensi keuntungan tinggi untuk dikembangkan dalam berbagai usaha kuliner modern. Misalnya kedai sarapan, cloud kitchen, kedai grab-and-go, street food, kedai masakan rumahan, hingga casual dining restaurant.
1. Nasi liwet
Hidangan nasi aromatik dengan rasa gurih khas santan, kemudian dipadukan dengan areh kental, ayam suwir, sayur labu siam, dan telur pindang. Semua komponen ini menghasilkan comfort food yang kaya tetapi tetap ringan, sehingga mudah diterima berbagai segmen konsumen. Selain itu, bisnis nasi liwet juga memiliki potensi besar karena sesuai untuk konsep usaha kedai masakan rumahan, street food, katering, hingga comfort dining. Menu ini fleksibel untuk format bisnis modern, contohnya cloud kitchen, kedai sarapan, dan konsep grab-and-go.
2. Bistik
Dibanding masakan khas Jawa Tengah lainnya, bistik daging khas Solo cenderung unik karena pengaruh budaya Eropa. Rasa kuahnya cenderung kompleks dengan profil rasa manis-gurih serta ‘sentilan’ pala yang khas. Disajikan dengan sayuran yang diblansir, seperti wortel, buncis, dan kentang, akan memperkuat karakter budaya Eropa dalam satu porsinya.
Potensi bisnisnya cukup kuat karena bistik Solo dapat masuk ke dua segmen sekaligus: kuliner nostalgia Jawa dan comfort food universal. Hidangan ini sesuai untuk format warung makan rumahan, konsep casual dining Jawa modern, hingga catering keluarga. Bahan baku stabil, proses produksi dapat disederhanakan, dan margin cukup baik karena kuah dan sayuran menjadi komponen yang menyeimbangkan harga daging.
Tips: Tentukan potongan daging yang tepat seperti top side atau knuckle untuk hasil empuk tanpa biaya bahan terlalu tinggi; gunakan teknik braising untuk konsistensi. Tambahkan Bango Kecap Manis dalam bumbu dasar bistik agar warna dan rasa kuah tetap stabil meskipun diproduksi dalam batch besar. Hanya Bango Kecap Manis yang memiliki 100% rasa kecap alami dan mampu menjaga kualitas rasa secara konsisten.
3. Timlo
Timlo dikenal dengan kuah bening yang lembut dan komposisi isian yang khas. Perpaduan telur pindang, sosis Solo, ati ampela, ayam suwir, dan kaldu ringan menciptakan profil rasa bersih namun tetap berlapis. Cita rasa gurihnya yang tidak terlalu pekat membuat hidangan ini mudah diterima berbagai segmen, termasuk pelanggan yang mencari menu berkuah yang ringan, nyaman, dan cocok dikonsumsi sepanjang hari. Gunakan narasi tentang asal-usul Solo, pemilihan bahan, dan teknik memasak untuk memperkuat positioning. Ini sangat penting, terutama bagi usaha F&B yang mengusung konsep Jawa kontemporer.
Tips:
Gunakan teknik simmering untuk menghasilkan kuah yang jernih namun kaya rasa. Fondasi rasa yang stabil membantu meningkatkan repeat order. Penggunaan Royco Bumbu Pelezat Serbaguna Rasa Ayam dapat membantu menjaga konsistensi rasa pada skala operasional. Untuk dine-in, gunakan mangkuk kecil bertubuh tinggi agar visual lebih penuh dan suhu kuah terjaga. Untuk pelayanan takeaway, gunakan kemasan yang aman dan mampu mempertahankan kejernihan kuah dan menjaga tampilan tetap menarik saat tiba di tangan pelanggan.
4. Bakso
Karakter bakso khas Solo memiliki profil rasa gurih ringan dengan kuah bening yang bersih, sehingga mudah diterima oleh berbagai segmen pelanggan. Profil rasa yang universal ini menjadikannya menu andalan yang efektif untuk meningkatkan traffic harian, baik pada konsep dine-in maupun takeaway. Struktur biaya pun relatif stabil dan proses produksi yang mudah direplika, sehingga bakso menarik untuk bertumbuh sebagai usaha waralaba. Manfaatkan kesuksesan berbagai brand kedai bakso modern sebagai peluang Anda untuk menonjolkan bakso khas Solo.
Tips:
Standardisasi resep kuah bakso sebagai salah satu kunci kelezatan bakso. Untuk memastikan rasa kuah yang stabil di setiap batch, gunakan Royco Bumbu Kuah Bakso. Formulasinya memudahkan chef menjaga karakter kuah yang bening, gurih, dan seimbang, terutama pada operasional berskala besar.
5. Tengkleng
Tidak seperti gulai yang kaya santan, tengkleng menawarkan rasa yang lebih segar, tipis, dan aromatic, dengan sensasi “ngemil tulang” yang menjadi daya tarik utamanya. Keunikan ini menciptakan pengalaman makan yang khas dan sulit ditemukan pada menu kambing di daerah lain.
Dari sisi bisnis, tengkleng memiliki potensi menarik sebagai menu andalan. Bahan baku berupa tulang dan bagian non-prime dari kambing membuat biaya produksi relatif lebih efisien dibandingkan menu kambing premium, tetapi tetap memiliki persepsi nilai tinggi di mata pelanggan. Tengkleng juga dapat menjadi signature dish yang membedakan sebuah brand karena karakter rasanya sangat spesifik dan memiliki asosiasi kuat dengan kota Solo. Menu ini cocok untuk konsep warung khas Jawa, restoran keluarga, hingga brand heritage-modern yang ingin menawarkan pengalaman kuliner autentik.
6. Lenjongan
Lenjongan adalah hidangan manis khas Solo yang terdiri dari beragam jajanan pasar khas Jawa, yaitu tiwul, getuk, cenil, gendar, serta klepon, disajikan bersama gula merah cair dan taburan kelapa parut. Keunikan lenjongan terletak pada variasi warna dan tekstur berbeda dari masing-masing komponen. Kalau Anda sedang mencari inspirasi jajanan tradisional unik dengan biaya produksi rendah namun bermargin tinggi, lenjongan dapat menjadi salah satu pilihan potensial.
7. Tongseng
Selain di kota asalnya, Boyolali, tongseng juga populer di Solo dan biasanya mudah ditemukan di kedai penyaji sate dan gule kambing. Masakan aromatik ini terdiri dari daging kambing, kol, dan tomat yang dimasak dengan bumbu mirip gulai yang ringan, dengan perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit rasa pedas.
Tips: Tongseng memiliki nilai jual tinggi karena menggunakan protein premium dan memiliki citra kuliner khas yang kuat. Menu ini cocok dijadikan hidangan chef’s recommendation untuk restoran Nusantara, warung khas Solo, cloud kitchen, dan kedai kaki lima. Kembangkan variasinya dengan pilihan daging sapi dan daging ayam untuk memperluas target pasar. Andalkan Bango Kecap Manis untuk memberi rasa manis yang stabil dan hasil yang konsisten. Kecap manis dari kedelai hitam Malika ini memiliki 100% rasa kecap alami dan mampu membantu chef menjaga kualitas rasa secara konsisten.
8. Sate buntel
Sate buntel khas Solo menonjol dengan presentasi unik dan tidak ditemukan pada hidangan sate lain. Berbahan baku daging kambing giling yang ditusukkan ke tusuk sate, kemudian dibuntel atau dibungkus dengan jaringan lemak kambing, sebelum dibakar. Hasilnya aroma smokey, tekstur juicy, dan rasa manis-gurih yang intens. Kombinasi ini membuat sate buntel memberikan pengalaman makan yang lebih premium. Bagi Anda yang ingin menghadirkan signature dish beridentitas kuat, sate buntel dapat menjadi salah satu pilihan.
Tips: Untuk menjaga cita rasa sate buntel tetap stabil meski diproduksi dalam jumlah banyak, andalkan Royco Bumbu Pelezat Serbaguna Rasa Sapi sebagai salah satu bumbunya. Karena dibuat dari daging pilihan dan bumbu rempah alami khas Indonesia, kaldu yang mudah menyerap ini memaksimalkan rasa gurih serta menjaga konsistensi rasa sate. Untuk versi lebih simpel dan ekonomis, Anda bisa menggunakan aluminium foil sebagai substitusi jaringan lemak kambing. Trik ini efektif untuk menjaga tekstur sate kambing tetap juicy dan tidak kering di bagian permukaannya.
9. Gudeg ceker
Gudeg ceker memadukan cita rasa gudeg manis khas Jawa bagian Tengah dengan tekstur ceker yang empuk dan bumbunya meresap. Gudeg ceker biasanya tak hanya dinikmati bersama nasi hangat, tetapi juga dengan bubur lemu atau bubur nasi yang dimasak bersama santan. Bagi Anda yang ingin membuat konsep street food unik yang beroperasi hingga tengah malam, gudeg ceker dapat jadi pilihan strategi diferensiasi.
10. Tahu kupat
Bicara soal pilihan street food di pagi hari, tahu kupat adalah salah satu jajanan sarapan populer khas kota batik ini. Tahu kupat terdiri dari potongan ketupat, tahu putih goreng, mi, taoge, bakwan, irisan kol, dengan taburan kacang tanah goreng, serta saus manis-gurih yang kental dari gula merah dan kecap. Hidangan ini sangat cocok untuk mengisi konsep kedai sarapan kekinian yang sedang populer di kota besar.
Tips:
Untuk meracik kuah tahu kupat dengan rasa manis dan gurih yang stabil, andalkan Bango Kecap Manis yang 100% kecap hasil dari karamelisasi kedelai hitam Malika dan gula kelapa berkualitas. Warna gelap mengilapnya menggugah selera dengan rasa manis dan gurih yang tidak meninggalkan rasa pahit. Bango Kecap Manis sangat ideal untuk memproduksi kuah tahu kupat dalam jumlah banyak dan tetap menjaga kualitas rasa dan konsistensi tekstur beserta warnanya.
11. Serabi
Berbeda dengan serabi khas Jawa Barat, adonan serabi khas Solo bertekstur lebih lembut dan ringan. Serabi khas Sunda memiliki adonan lebih padat dan biasanya ditambahkan kelapa parut ke dalamnya. Sementara serabi khas Solo hanya berbasis tepung beras dan adonannya lebih ringan sehingga mudah untuk digulung. Oleh-oleh khas Solo ini sangat cocok untuk konsep kedai tradisional-modern, kafe, kedai street food, hingga model usaha cloud kitchen. Tonjolkan live-cooking untuk memancing rasa penasaran konsumen.
Bagaimana Mengemas Konsep Makanan Khas Solo agar Mudah Diterima?
Karakter cita rasa dapur Nusantara, salah satunya masakan khas Solo, memiliki keunikan dengan beberapa hidangan yang bercita rasa cenderung kuat dan kompleks. Agar lebih mudah diterima, lakukan beberapa pendekatan untuk membuatnya ramah bagi semua kalangan, terutama generasi muda.
1. Buat pilihan menu yang lebih sederhana
Hindari daftar menu yang terlalu panjang dan berisiko menambah kompleksitas operasional. Anda dapat fokus pada beberapa signature dish yang paling representatif dengan narasi kuat. Menu yang simpel lebih mudah dipahami dan membantu brand cepat membangun positioning. Anda bisa bermain aman dengan menghadirkan menu yang sudah populer sebagai menu andalan. Contohnya serabi, tongseng, sate buntel, dan bistik.
2. Terapkan SOP yang jelas
Konsistensi rasa dan pelayanan adalah kunci. Ciptakan SOP yang jelas, dimulai dari mise en place, proses produksi, hingga penyajian dan pengemasan untuk menjamin kualitas rasa dan pelayanan brand Anda.
3. Penyajian dan kemasan menarik
Anda bisa menyajikan masakan khas Solo sebagai hidangan tradisional dengan gaya yang lebih segar tanpa menghilangkan kesan tradisionalnya. Presentasi hidangan Nusantara secara sederhana namun menarik akan lebih mudah memikat semua kalangan, termasuk anak muda. Contohnya daun pisang di atas piring enamel yang memberi kesan jadul, atau penggunaan piring rotan estetik yang memberi kesan menarik.
4. Sesuaikan preferensi rasa dengan target konsumen
Setiap segmentasi memiliki preferensi berbeda, misalnya ada yang lebih menyukai rasa yang ringan, tidak terlalu manis, dan tidak terlalu oily. Namun banyak juga konsumen yang lebih menyukai hidangan tradisional dengan rasa medok atau autentik. Sesuaikan dengan selera konsumen untuk memastikan hidangan Anda tepat sasaran dan mudah diterima.
5. Ciptakan storytelling menarik
Hadirkan cerita tentang setiap sajian berisi asal-usul, teknik memasak, atau bahan khas daerah secara singkat. Tak sekadar mengedukasi, storytelling memperkuat bonding dengan pelanggan dan menonjolkan identitas setiap hidangan dari brand Anda.
6. Buat konsep harga fleksibel
Ciptakan variasi harga yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen untuk memperluas target pasar. Contohnya nasi liwet standar (dengan lauk sederhana seperti telur pindang dan tempe bacem), nasi liwet kombo (dengan telur pindang, tempe bacem, dan opor ayam).
Dengan ragam hidangan autentik dan fleksibel, makanan khas Solo menawarkan peluang yang luas bagi chef dan pebisnis F&B untuk berinovasi sekaligus melestarikan kuliner Nusantara. Kuncinya adalah memahami karakter menu, menyesuaikannya dengan preferensi target konsumen, serta menerapkan standardisasi agar kualitas tetap terjaga. Andalkan produk berkualitas dari Unilever Food Solutions sebagai mitra chef di dapur untuk terus menjaga kualitas rasa setiap hidangan secara konsisten. Optimalkan strategi bisnis F&B Anda dengan bergabung bersama komunitas WhatsApp UFS untuk mendapatkan berbagai tips dan solusi dapur bisnis efisien. Di sana Anda juga akan mendapatkan kesempatan untuk memaksimalkan keuntungan lewat kalkulator eksklusif dan promo khusus member. Gabung yuk!