Saya bekerja di...

Lanjutkan

Konten sedang disesuaikan
berdasarkantipebisnis Anda

Keinginan konsumen untuk menyantap sajian khas Makassar tanpa perlu mengunjungi kota asalnya bisa menjadi peluang tersendiri untuk restoran Anda. Namun tentu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bisnis kuliner khas Makassar ini bisa mengundang lebih banyak pengunjung. 

Berikut tips bagi Anda yang ingin membuka bisnis dari makanan khas Makassar.
 


Pastikan racikan bumbunya sesuai

Anda harus meracik bumbu dengan komposisi yang pas agar tak menghilangkan rasa khas makanan Makassar yang kaya rasa. Namun, perhatikan juga siapa pengunjung paling banyak yang datang. Jika perlu, sesuaikan rasa dengan selera setempat. Adaptasi rasa khas Makassar dengan rasa cenderung manis jika di daerah Jawa Tengah, gurih asin di Jawa Barat, atau lebih pedas jika di Padang.
 


Gunakan bahan baku yang berkualitas

Sajian seperti Coto Makassar, Sop Konro, dan Pallu Basa menggunakan daging hingga jeroan sapi. Jika memungkinkan, gunakan bahan mentah dari lokasi aslinya di Makassar. Sebab biasanya, hasil olahan dari lingkungan asli di tempat asal makanan sering membuat rasanya cenderung lebih autentik.


Siapkan variasi menu lain yang sudah familiar

Agar tetap sesuai dengan selera pengunjung, Anda juga perlu menambahkan variasi lain misalnya menu olahan ayam, seafood, dan nasi goreng. Ini untuk memudahkan mereka yang tak biasa makan masakan Makassar, namun ingin mencoba rasa baru di lidahnya.
 


Pakai nama-nama unik untuk menarik pengunjung

Nama-nama yang unik untuk menambah penasaran pengunjung bisa dikombinasikan. Misalnya Es Pallu Butung pelangi untuk es yang diberi sirup aneka warna, Coto Makassar Benteng Rotterdam untuk coto yang dagingnya diiris kotak-kotak dadu seperti bentuk benteng atau nama lainnya.
 


Berikan tampilan asli Makassar sebagai nuansa ruangan

Ada beberapa tempat khas Makassar seperti Benteng Ford Rotterdam, Pantai Losari, Benteng Somba Opu, hingga museum La Galigo. Tampilkan dalam bentuk poster atau foto-foto besar menempel di dinding sebagai area yang Instagram-able untuk difoto. Ini akan menarik orang-orang berhobi foto yang nantinya bisa menjadi sarana promosi gratis lokasi Anda di media sosial mereka.