Dari Risoles sampai Kimpul, 15 Jajanan Pasar Ini Siap Menambah Revenue Bisnis Anda
Di tengah gempuran tren bakery dan pastry kekinian, jajanan pasar tetap memiliki daya tarik nostalgia yang tak tergantikan. Kudapan legendaris seperti risoles, gemblong, kroket, lapis legit, hingga pisang goreng masih banyak dicari karena lekat dengan memori masa kecil dan tradisi.
Kedekatan ini bisa menjadi modal bagi pelaku bisnis kuliner untuk menghadirkan jajanan pasar dalam format yang relevan dengan kebiasaan pelanggan saat ini. Pengembangannya tidak harus mengubah karakter asli hidangan. Variasi isian, ukuran, saus pendamping, dan cara penyajian dapat disesuaikan dengan konsep bisnis. Berikut beberapa ide yang dapat Anda kembangkan.
Jajanan Pasar Gurih yang Bikin Pelanggan Nagih
Rasa yang familier membuat jajanan pasar gurih relatif mudah diterima oleh beragam pelanggan. Pilihannya pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari gorengan renyah yang disajikan hangat hingga camilan dengan variasi isian yang praktis ditawarkan sebagai menu satuan, sharing, maupun bagian dari snack box.
1. Risoles
Bisa dibilang, risoles adalah camilan favorit sejuta umat yang hampir selalu hadir dalam snack box. Kalau Anda menjalankan usaha atau menerima pesanan snack box, proses produksinya dapat dicicil sebelum hari pengiriman agar pekerjaan tim dapur Anda lebih ringan. Kulit dan isian bisa disiapkan lebih dulu, kemudian risoles dibentuk, dilapisi tepung panir, dan dibekukan. Menjelang waktu pengiriman, tim tinggal menggorengnya sesuai jumlah pesanan agar risoles tetap hangat dan renyah saat dikemas.
Selain isian sayuran dan ragout, Anda dapat menawarkan risol mayo dalam beberapa pilihan rasa, seperti telur, tuna, atau ayam pedas. Gunakan Hellmann’s All Purpose Mayo yang rasa, tekstur, dan warnanya tetap stabil saat dipanaskan hingga 200°C. Dengan begitu, kualitas isiannya tetap konsisten setelah digoreng, termasuk ketika risoles diproduksi dalam jumlah besar.
2. Bakwan
Gorengan ini dapat ditawarkan sebagai menu sarapan, camilan sore, maupun pelengkap hidangan utama. Bahan-bahannya juga mudah disiapkan dalam jumlah banyak, tetapi sebaiknya sayuran dan adonan basah disimpan terpisah agar sayuran tidak mengeluarkan terlalu banyak air. Campurkan secara bertahap sesuai kebutuhan, lalu goreng mendekati waktu penyajian supaya bakwan tetap renyah saat sampai ke meja pelanggan Anda.
Adonan dasarnya juga mudah dikembangkan menjadi beberapa pilihan menu. Selain bakwan sayur, Anda dapat menghadirkan bakwan jagung, bakwan udang, atau menambahkan tiram untuk pilihan jajanan pasar gurih yang lebih premium. Tetapkan takaran adonan dan isi per buah agar ukuran, tingkat kematangan, serta biaya per porsinya tetap konsisten di setiap batch.
3. Kroket
Jajanan pasar warisan Belanda ini kerap dipilih sebagai camilan untuk rapat, acara formal, maupun menu di restoran dan kafe. Berbeda dari risoles yang dibungkus kulit dadar, kroket menggunakan adonan kentang sebagai bagian luarnya. Teksturnya lembut di dalam dengan lapisan luar yang renyah, sementara isiannya dapat dikembangkan menjadi beragam pilihan yang lebih premium.
Untuk menghadirkan pilihan kroket yang lebih istimewa, Anda dapat mencoba kroket bistik Solo yang memadukan isian bistik daging dengan lembutnya kentang dari Knorr Potato Flakes. Produk ini membantu menjaga tekstur dan porsi kroket tetap konsisten dalam batch production, sekaligus mengurangi sisa pengupasan kentang. Bahan yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk menu berbahan dasar kentang lainnya agar penggunaan stok di dapur lebih efisien.
4. Cireng
Cireng populer di kafe dan coffee shop sebagai camilan untuk dinikmati bersama. Bahan dasarnya relatif ekonomis, tetapi masih memiliki ruang untuk dikembangkan menjadi menu dengan daya jual lebih tinggi melalui pilihan isian, bumbu tabur, saus cocolan, serta penyajian yang tepat.
Untuk menarik konsumen muda, Anda dapat menghadirkan variasi seperti cireng bumbu soto dan cireng jando. Tetapkan berat adonan dan isian per buah agar ukuran serta waktu menggorengnya konsisten. Cireng juga dapat dibentuk dan disimpan beku, lalu digoreng sesuai jumlah pesanan. Setelah matang, hindari langsung menumpuk atau menutupnya rapat agar uap panas tidak membuat bagian luarnya cepat melempem.
5. Lemper
Perpaduan ketan yang pulen dan isian ayam gurih membuat lemper cocok disajikan sebagai camilan sekaligus pengganjal lapar. Menu ini juga fleksibel ditawarkan untuk pesanan snack box, katering, maupun etalase kedai.
Proses produksinya dapat dibagi menjadi beberapa tahap agar lebih mudah dikerjakan dalam jumlah banyak. Siapkan ketan dan isian ayam terlebih dahulu, lalu tetapkan berat masing-masing komponen sebelum lemper dibentuk dan dibungkus. Gunakan Royco Bumbu Pelezat Serbaguna Rasa Ayam pada isian untuk membantu menjaga rasa gurih tetap konsisten di setiap batch. Standardisasi ini juga memudahkan tim mengontrol ukuran dan biaya per porsi.
Dengan menggunakan adonan ketan yang sama, Anda dapat menghadirkan beberapa pilihan rasa, seperti ayam original, ayam pedas, rendang suwir, atau abon. Variasi menu pun dapat ditambah tanpa banyak mengubah alur kerja di dapur.
Tips UFS: Setelah dibentuk, simpan lemper dalam wadah tertutup agar permukaan ketan tidak cepat mengering sebelum disajikan atau dikemas.
Ingin melihat cara para chef profesional mengembangkan hidangan yang familier menjadi menu dengan daya jual tinggi? Download UFS Future Menu E-Magazine 2026 untuk mengeksplorasi tren kuliner, teknik, dan ide resep yang dapat Anda kembangkan di dapur.
Ide Jajanan Pasar Manis untuk Melengkapi Menu Bisnis Anda
Jajanan pasar manis hadir dalam beragam karakter, mulai dari gemblong yang kenyal dan berlapis gula hingga kue lumpur yang lembut dan legit. Variasi tersebut memberi banyak pilihan bagi Anda untuk menyesuaikannya dengan konsep bisnis dan cara penyajian.
1. Gemblong
Jajanan tradisional berbahan ketan, kelapa, dan gula ini menawarkan perpaduan tekstur yang khas: kenyal di dalam dengan lapisan gula yang mengering di bagian luar. Bahan untuk membuat gemblong pun relatif sederhana, sehingga kebutuhan bahan dan biaya per porsinya lebih mudah dihitung serta dikendalikan.
Tips UFS: Buat gemblong dalam ukuran bite-sized agar lebih nyaman disantap dan mudah ditawarkan sebagai menu sharing. Tetapkan jumlah per porsi agar biaya dan tingkat kemanisannya tetap terkontrol.
2. Kue lumpur
Kue lumpur memiliki tekstur lembut dan lembap dengan rasa manis legit yang familier di lidah pelanggan. Adonannya mudah dituang ke dalam cetakan, sehingga cocok dibuat dalam jumlah banyak. Agar ukuran dan tingkat kematangannya konsisten, tetapkan takaran adonan untuk setiap cetakan serta jaga suhu pemanggang tetap stabil selama produksi.
Tips UFS: Jika kue lumpur akan dikemas, dinginkan terlebih dahulu agar uap panas tidak terperangkap dan membuat permukaannya terlalu basah.
3. Kue cucur
Bukan hanya tekstur dan rasanya, daya tarik camilan khas Betawi ini juga terletak pada proses pembuatannya. Jika restoran Anda menonjolkan suasana dan rasa nostalgia, proses menggoreng kue cucur dapat dihadirkan melalui konsep live cooking untuk menarik perhatian pelanggan.
Pastikan kekentalan adonan, waktu istirahat, dan suhu minyak ditetapkan dalam standar resep karena ketiganya memengaruhi bentuk serta serat kue cucur. Untuk penyajian yang lebih modern, Anda dapat membuat ukuran yang lebih kecil atau menyajikannya sebagai dessert plate dengan saus pendamping. Pilih saus dengan rasa yang tidak terlalu manis agar tetap seimbang dengan karakter legit kue cucur.
4. Bugis mandi
Jajanan pasar asal Sulawesi Selatan ini kembali populer di media sosial dan bisa menjadi ide bisnis yang menarik. Kulitnya yang lembut dan kenyal dibuat dari tepung ketan dengan aroma pandan, lalu diisi unti kelapa yang dimasak bersama gula merah dan disajikan dengan saus santan. Perpaduan rasa manis legit dari gula merah, gurihnya santan, dan aroma pandan yang wangi membuatnya punya cita rasa khas yang menggugah selera.
Tips UFS: Bugis mandi dapat disajikan dalam cup kecil dengan pilihan warna dan bentuk yang beragam, dilengkapi sendok kecil agar lebih praktis disantap. Penyajian per porsi ini juga membuat Bugis mandi lebih rapi dan estetik untuk display maupun penjualan secara online.
5. Pisang goreng
Gorengan yang lekat sebagai teman ngopi ini pernah menempati posisi puncak sebagai world's best deep-fried dessert versi TasteAtlas. Konsumsinya stabil dari pagi hingga malam hari di seluruh segmentasi masyarakat. Dari sisi produksi, proses sangat praktis sehingga cocok untuk dapur berbagai skala. Dengan membuat tepung bumbu siap pakai berskala besar, Anda dapat memastikan konsistensi rasa dan kerenyahan yang seragam di setiap batch.
Agar teksturnya lebih kaya, sajikan pisang onde dengan adonan tepung yang dicampur wijen putih dan hitam. Untuk memberi kesan premium, tambahkan cocolan saus karamel atau sajikan dengan selai srikaya.
Jajanan Pasar Kekinian yang Makin Diminati
Jajanan pasar kekinian tidak selalu berarti menciptakan camilan yang benar-benar baru. Anda bisa mengeksplorasi aneka jajanan klasik dengan memberikan sentuhan modern lewat rasa, isian, topping, atau kemasan yang mengikuti tren F&B kekinian. Cara ini memungkinkan bisnis mengikuti tren sekaligus menawarkan pengalaman baru kepada konsumen tanpa meninggalkan karakter jajanan yang sudah familier.
1. Donat dengan variasi topping
Permintaan donat dengan topping klasik dan modern masih sangat stabil. Salah satu jenis jajanan kekinian yang lagi viral ini mudah disukai karena teksturnya lembut dan sangat fleksibel divariasikan. Anda bisa menggali keunikan roti goreng ini dan menjadikannya populer seperti beberapa kedai donat viral di Jakarta dan Bandung.
Manfaatkan donat yang masih tren sebagai momen untuk hadirkan menu donat unik. Selain topping, Anda dapat fokus pada variasi basis adonan beserta bentuknya. Contohnya donat ubi ungu, loukoumades, bomboloni labu parang, dan donat pop ubi Cilembu.
2. Aneka olahan kimpul kekinian
Kimpul mendadak viral di media sosial setelah sejumlah content creator kuliner menunjukkan berbagai makanan kekinian dengan mengganti bahan utamanya menggunakan umbi ini. Bagi pelaku bisnis kuliner, tren ini dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan olahan kimpul dalam format yang dekat dengan kebiasaan pelanggan.
Kimpul merupakan umbi lokal yang masih satu keluarga dengan talas. Dibandingkan singkong yang cenderung lebih padat dan berserat, kimpul memiliki tekstur lebih lembut, pulen, dan sedikit lengket setelah dimasak, dengan rasa gurih yang ringan. Karakter tersebut membuatnya cukup fleksibel untuk dicampurkan ke dalam berbagai adonan, baik dalam bentuk kimpul matang yang dihaluskan maupun tepung kimpul.
Karakter tersebut membuka beberapa pilihan olahan dengan format penjualan yang berbeda. Donat kimpul dapat ditawarkan sebagai camilan satuan atau teman minum kopi, chewy cookies cocok dijual dalam kemasan untuk penjualan online, sedangkan bolu marmer kimpul dapat disajikan per potong di etalase maupun dalam bentuk loaf untuk oleh-oleh.
Tips UFS: Tidak perlu langsung membuat banyak varian. Pilih satu olahan yang paling sesuai dengan peralatan, keterampilan tim dapur, dan kebiasaan pelanggan Anda, lalu uji sebagai menu terbatas. Jika responsnya baik, olahan lain dapat dikembangkan dengan tetap memperhitungkan proses produksi, ketahanan produk, dan format penjualannya.
3. Semprong aneka rasa
Semprong klasik dikenal dengan bentuk gulungan tipis, tekstur renyah, serta rasa manis-gurih dari santan dan wijen. Karakter yang sederhana ini memberi ruang untuk dikembangkan melalui varian cokelat-keju, kacang, matcha, stroberi, atau selai srikaya. Anda juga dapat menghadirkan versi gurih dengan isian abon ayam atau sapi untuk menjangkau selera yang berbeda.
Bentuknya yang rapi membuat semprong mudah ditata dalam toples maupun kemasan individual. Anda juga dapat menawarkan kemasan berisi beberapa varian rasa agar pelanggan bisa mencoba lebih banyak pilihan dalam satu pembelian. Format ini cocok untuk camilan praktis, hampers, maupun oleh-oleh.
Tips UFS: Pilih isian dengan kadar air rendah agar kulit semprong tidak cepat melempem. Jika menggunakan selai atau krim, isi semprong mendekati waktu penjualan atau tawarkan sebagai saus cocolan terpisah. Setelah matang, dinginkan semprong hingga uap panasnya hilang sebelum dimasukkan ke dalam toples atau kemasan kedap udara.
4. Klepon muncrat
Camilan manis tradisional Indonesia ini kembali mencuri perhatian lewat kreasi klepon muncrat yang menawarkan pengalaman makan lebih seru. Bentuknya tetap bulat mungil dengan tekstur kenyal dari tepung ketan, aroma pandan, dan balutan kelapa parut. Perbedaan terletak pada isian gula merah yang lebih melimpah sehingga meleleh dan “muncrat” saat klepon digigit. Sensasi ini membuat klepon terasa lebih playful bagi konsumen yang ingin mencoba jajanan tradisional dalam format baru.
Agar jajanan pasar kekinian ini terlihat sama besar dan isiannya tidak mudah bocor, tetapkan berat adonan serta isian. Pastikan kulitnya tidak terlalu tipis dan tertutup rapat sebelum direbus. Siapkan kelapa parut sesuai kebutuhan produksi agar selalu segar saat klepon disajikan.
Klepon muncrat dapat ditawarkan per porsi dalam cup atau dimasukkan ke dalam snack box. Untuk pesanan bawa pulang dan online, pilih kemasan food-grade yang cukup rapat agar klepon tidak mudah bergeser selama perjalanan. Sebaiknya produksi klepon mendekati waktu penjualan supaya teksturnya tetap lembut dan balutan kelapanya tetap segar.
Tips UFS: Untuk memberi sentuhan rasa yang berbeda, Anda dapat memadukan gula merah dengan Bango Kecap Manis pada isiannya. Tambahkan dalam takaran yang sudah diuji agar karakter manis-gurihnya terasa seimbang tanpa menutupi aroma pandan dan gula merah. Gunakan rasio yang sama di setiap batch supaya rasa serta kekentalan isian tetap konsisten.
5. Mochi dengan isian kekinian
Mochi kini banyak dikembangkan dalam ukuran lebih besar dengan isian yang lebih beragam dan berlapis. Selain stroberi utuh dengan krim, Anda dapat menghadirkan pilihan kunafa pistachio, cokelat, tiramisu, atau mangga. Perpaduan kulit mochi yang kenyal dengan buah segar, krim lembut, atau kunafa yang renyah memberi pengalaman tekstur sekaligus tampilan yang menarik saat dibelah.
Karena menggunakan buah segar dan krim, produksi sebaiknya dilakukan dalam jumlah terbatas dan disesuaikan dengan perkiraan penjualan harian. Simpan mochi pada suhu dingin dan tetapkan jumlah isian per buah agar bentuk, rasa, serta biaya porsinya tetap konsisten. Untuk varian kunafa pistachio, masukkan elemen kunafa sedekat mungkin dengan waktu penyajian agar teksturnya tidak cepat melempem.
Strategi Mengembangkan Jajanan Pasar yang Sesuai untuk Bisnis Anda
Setelah menemukan berbagai inspirasi jajanan pasar, langkah berikutnya adalah memilih menu yang paling cocok dengan karakter bisnis dan kesiapan dapur Anda. Mulailah dengan membandingkan kebutuhan produksi, ketahanan produk, target food cost, serta format penjualannya.
1. Bandingkan karakter dan kebutuhan setiap menu
Setiap jajanan memiliki kebutuhan produksi dan penyajian yang berbeda. Anda bisa menggunakan panduan berikut untuk membandingkan ketahanan produk, target food cost, dan jenis bisnis yang paling sesuai.
Jajanan |
Ketahanan dan Penyajian |
Target Food Cost |
Cocok untuk |
|
Risoles |
Dapat dibentuk dan disimpan beku sebelum digoreng. Paling baik digoreng mendekati pengiriman atau penyajian. |
25–30% |
UMKM, usaha snack box, kafe |
|
Bakwan |
Sayuran dan adonan sebaiknya disimpan terpisah. Goreng mendekati waktu penyajian agar tetap renyah. |
20–25% |
UMKM, restoran cepat saji |
|
Kroket |
|
25–30% |
Kafe, katering, restoran |
|
Cireng |
Dapat dibentuk dan disimpan beku. Sebaiknya digoreng sesuai jumlah pesanan. |
20–25% |
Kafe, restoran |
|
Lemper |
Simpan dalam wadah tertutup dan utamakan penjualan pada hari produksi agar ketan tidak mengering. |
25–30% |
UMKM, usaha snack box, katering |
|
Gemblong |
Paling baik dijual pada hari produksi agar tekstur ketan dan lapisan gulanya tetap terjaga. |
20–25% |
UMKM, kafe |
|
Kue lumpur |
Jika akan dikemas, dinginkan lebih dulu agar uap panas tidak membuat permukaannya terlalu basah. |
20–25% |
UMKM, usaha snack box, katering |
|
Kue cucur |
Ideal disajikan pada hari penggorengan. Dapat dimasak langsung melalui konsep live cooking. |
20–25% |
UMKM, kafe, restoran |
|
Bugis mandi |
Perlu perhatian pada kesegaran kelapa dan santan. Sebaiknya diproduksi sesuai kebutuhan penjualan. |
25–30% |
UMKM, usaha snack box, katering |
|
Pisang goreng |
Paling baik digoreng mendekati waktu penyajian agar lapisan luarnya tetap renyah. |
20–25% |
Kafe, restoran cepat saji |
|
Donat dengan variasi topping |
Ideal dijual pada hari produksi. Hindari menyimpan donat dengan topping basah terlalu lama. |
25–30% |
UMKM, kafe, restoran cepat saji |
|
Aneka olahan kimpul kekinian |
Ketahanan mengikuti jenis olahan: donat ideal dijual pada hari produksi, sedangkan chewy cookies dan bolu perlu didinginkan sebelum dikemas dalam wadah tertutup. |
20–30% (tergantung jenis) |
Kafe, bisnis online, bisnis oleh-oleh |
|
Semprong aneka rasa |
Dinginkan sebelum dikemas dan simpan dalam wadah kedap udara untuk menjaga kerenyahan. |
20–30% (tergantung isian) |
UMKM, bisnis hampers dan oleh-oleh |
|
Klepon muncrat |
Sebaiknya diproduksi mendekati waktu penjualan agar tetap lembut dan kelapa parutnya segar. |
25–30% |
UMKM, usaha snack box, bisnis online |
|
Mochi dengan isian kekinian |
Varian buah dan krim perlu disimpan dingin serta diproduksi sesuai perkiraan penjualan harian. |
30–35% |
Kafe, bisnis online |
Rentang food cost ini bukan angka yang baku. Anda bisa menyesuaikannya dengan resep, yield, berat per porsi, harga bahan, dan target harga jual. Ketahanan produk juga dapat berubah mengikuti proses produksi, suhu penyimpanan, dan kondisi pengiriman.
2. Sesuaikan produksi dengan cara menu dijual
Setiap jajanan punya cara penyajian terbaiknya. Bakwan terasa lebih nikmat saat baru digoreng, sedangkan lemper lebih praktis untuk pesanan snack box dalam jumlah banyak. Pekerjaan dapur pun jadi bisa dicicil. Risoles, kroket, dan cireng dapat dibentuk lalu disimpan beku, sementara semprong bisa dibuat lebih awal dan dikemas setelah dingin.
3. Jaga tampilan tetap menarik dan konsisten
Pelanggan sering tertarik lebih dulu dari apa yang mereka lihat. Karena itu, jagalah ukuran, bentuk, warna, jumlah topping, dan penataan agar menu selalu tampil rapi. Tonjolkan bagian terbaiknya, seperti isian risoles atau lelehan klepon muncrat, tetapi gunakan porsi yang benar-benar dijual agar pelanggan menerima sajian sesuai harapan.
Ingin mendapatkan inspirasi untuk membuat tampilan menu lebih menggugah selera? Download UFS Future Menu E-Magazine 2026 dan temukan ide resep, teknik penyajian, serta kreasi menu dari para chef profesional.
4. Hitung biaya dari resep dan format penjualan
Rentang food cost dalam tabel dapat menjadi titik awal, tetapi angka akhirnya tetap mengikuti resep di dapur Anda. Hitung bahan, yield, dan berat per porsi, lalu masukkan biaya kemasan untuk snack box, hampers, atau pesanan online. Dengan perhitungan yang jelas, Anda lebih leluasa menentukan harga tanpa mengorbankan margin.
5. Tambah variasi dengan bahan yang sudah tersedia
Sebelum membeli bahan baru, coba lihat kembali apa yang sudah tersedia di dapur. Isian ayam dapat digunakan untuk risoles, kroket, dan lemper, sementara satu adonan donat bisa dikembangkan melalui bentuk, isian, dan topping. Pilihan pelanggan bertambah, tetapi stok tetap lebih ringkas dan mudah dikelola.
Jajanan pasar punya rasa yang sudah akrab bagi banyak pelanggan, tetapi tetap dapat dikembangkan mengikuti kebutuhan bisnis saat ini. Pilih menu yang sesuai dengan konsep usaha dan kesiapan dapur, lalu kembangkan variasinya secara bertahap sambil menjaga resep, porsi, tampilan, dan kualitas penyajian. Rasa yang akrab bisa menarik pelanggan untuk mencoba, tapi kualitas yang konsistenlah yang membuat mereka kembali memesan.




